Trump Tidak Ingin Perang Setelah Serangan Fasilitas Minyak Saudi

PT Rifan Financindo || Presiden AS Donald Trump Senin (16/09) mengatakan tampaknya Iran berada di belakang serangan terhadap pabrik minyak di Arab Saudi tetapi menekankan tidak ingin pergi berperang, karena serangan itu membuat harga minyak melonjak dan menimbulkan kekhawatiran timbulnya konflik baru Timur Tengah.

Sementara Iran menolak tuduhan AS, yang menyatakan negara Persia itu berada di balik serangan pada hari Sabtu yang merusak pabrik pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia dan memicu lonjakan terbesar harga minyak mentah dalam beberapa dekade.

Menurut berita yang dilansir Reuters Selasa (17/09), hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah memburuk sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi program nuklir dan balistik Teheran. Washington juga ingin menekan Teheran untuk mengakhiri dukungannya terhadap pasukan proksi regional, termasuk di Yaman.

Amerika Serikat masih menyelidiki apakah Iran berada di belakang serangan Saudi, kata Trump, tetapi “Yang pasti terlihatnya seperti itu pada saat ini.”

Trump, yang telah menghabiskan sebagian besar dari masa kepresidenannya mencoba untuk memisahkan Amerika Serikat dari perang yang ia warisi dari pendahulunya, namun dirinya tidak akan tergesa-gesa masuk dalam konflik baru atas nama Arab Saudi.

“Saya bukan tipe orang yang ingin berperang,” kata Trump.

Beberapa anggota Kabinet Trump., termasuk Sekretaris Negara Mike Pompeo dan Sekretaris Energi Rick Perry, menyalahkan Teheran atas serangan itu. Pompeo dan lainnya akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi segera, kata Trump.

Sehari setelah mengatakan Amerika Serikat “locked and loaded” untuk menanggapi insiden itu, Trump mengatakan pada hari Senin “tidak terburu-buru” untuk melakukannya.

“Ada banyak opsi tetapi saya tidak melihat opsi saat ini. Kami ingin menemukan secara pasti siapa yang melakukan ini,” katanya.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan serangan itu dilakukan “orang Yaman” sebagai pembalasan atas serangan koalisi militer pimpinan Saudi dalam perang dengan gerakan Houthi.

Serangan itu telah memangkas 5% dari produksi minyak mentah dunia.

Harga minyak melonjak sebanyak 19% setelah serangan itu. Lompatan intraday merupakan yang terbesar sejak krisis Teluk 1990-91 saat Irak melakukan invasi ke Kuwait.

PT Rifan Financindo || Pasar mereda setelah Trump mengatakan segera melepaskan pasokan cadangan dan produsen AS mengatakan ada cukup stok yang disimpan di seluruh dunia untuk menutupi kekurangan tersebut. Harga sekitar 12% lebih tinggi pada sore hari di Amerika Serikat.

Baca juga :pt rifan financindo rifanfinancindo rifan financindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s